PANGKALPINANG-- Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melati Erzaldi menggagas kerjasama antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan UN Women, dirinya ingin mendirikan pusat pendidikan untuk mendukung kewirausahaan dan pemberdayaan perempuan di Bangka Belitung. 

Rencananya penandatanganan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan UN Women ini akan dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu ke-91 pada Kamis (26/12/2019) di halaman Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Untuk memantapkan persiapan upacara dan resepsi Peringatan Hari Ibu ke-91, pelayanan terpadu di Kota Kapur dan juga membahas kerjasama dengan UN Women, Senin malam(23/12/2019) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengadakan rapat bersama beberapa OPD terkait.

Usaha Mikro Menengah (UMKM) memegang peranan penting bagi perekonomian dan beberapa UMKM ini diantaranya dikelola oleh perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan merupakan kontributor kunci bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi bangsa khususnya di wilayah Bangka Belitung. 

Namun beberapa kendalanya yaitu kurangnya akses bagi perempuan untuk memperoleh pembelajaran dan pengembangan keterampilan yang tepat, inilah yang menjadi sasaran kerjasama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan UN Women ini. 

UN Women sendiri merupakan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berdedikasi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dengan berdasarkan keyakinan dasar bahwa perempuan berhak menjalani hidup yang bebas dari kekerasan, kemiskinan dan diskriminasi, dan bahwa kesetaraan gender merupakan prasyarat dalam tercapainya pembangunan global.

Pusat pendidikan ini diharapkan dapat mempersiapkan wanita-wanita yang tangguh dan silabus-silabus yang diberikan dari orang-orang pilihan yang mampu menerjemahkan kebutuhan pembelajaran dan keterampilan bagi perempuan di Bangka Belitung dengan menimbulkan semangat sehingga program pendidikan ini akan menjadi kebutuhan bagi perempuan bukan sekedar program dari pemerintah saja. 

Gubernur Erzaldi juga berharap semua kegiatan ini harus berbasis data, digambarkan data sebelum (before) dan data setelah (after) setelah program-program kegiatan ini dilaksanakan agar tergambar dengan jelas sejauh mana keberhasilan dari program yang terlihat melalui data ini.