PANGKALPINANG -- Tim persiapan pembentukan sekolah perempuan Sekuntum Melati mematangkan struktur kepengurusan sekolah. Setiap dearah percontohan pelaksanaan sekolah ini ada satu kepala sekolah beserta struktur jajaran lainnya. Sementara ini ada dua desa percontohan yakni, Desa Rukam Kabupaten Bangka dan Jelutung Dua, Kabupaten Bangka Selatan.
Yanuar SE Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, rapat kali ini untuk menyelesaikan pembentukan struktur kepengurusan. Sekolah ini dibentuk kepengurusan mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah hingga instrukturnya.
"Kita diberikan waktu sampai bulan April. Ada waktu sekitar enam Minggu, 12 kali pertemuan untuk pembelajaran sekolah ini," katanya saat membuka Rapat Lanjutan Persiapan Pembentukan Sekolah Perempuan, di ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Babel, Senin (10/2/2020).
Lebih jauh Ia mengatakan, sesuai arahan Gubernur sebelum Ramadan siswa sekolah perempuan sudah bisa diwisuda. Ditargetkan setiap sekolah menampung siswa perempuan sebanyak seratus orang. Kepala sekolah akan mengawasi perkembangan sekolah tersebut. Siswa kebanyakan kalangan ibu rumah tangga, maka sistem pengajaran dibuat santai.
"Sistem ketika memberikan materi jangan terlalu serius, sebab siswanya ibu-ibu. Instruktur harus bisa membuat ibu-ibu ini agar rajin ikut pertemuan, selanjutnya berdampak membangkitkan ekonomi keluarga," saran Yanuar.
Hal senada disampaikan Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dra. Susanti, MAP. Ia menambahkan, direncanakan ada sekitar 40 modul pembelajaran sekolah perempuan tersebut. OPD terkait bisa menyampaikan materi sesuai dengan bidangnya.
"Sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Jika siswa angkatan pertama sudah diwisuda, kemudian bisa membantu sekolah untuk angkatan kedua," jelasnya.